
SEJARAH DUALISME KEPEMIMPINAN, JANGAN SAMPAI PWI DI-TAKE OVER PEMERINTAH
Suarasultra.com | Jakarta – Peneliti Sejarah Institut Merdeka Arief Gunawan Mengingatkan Jurnalis-Jurnalis Di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Agar Tetap Menjaga Integritas Dan Persatuan Menjelang Pelaksaanan Kongres Persatuan Pwi 2025.
“Kita memilisi SEJARAH PANJANG PWI SEJAK LAHIR TAHUN 1946 ATAU SETAHUN SETELAH KEMERDEKAAN RI. DALAM PERJALANYANA, PWI PERNAH LERJADI PERPECAHAN SEKARANG,” Ujar Arief KEPADI PERTAHAN SEKARANG, ”Ujar Arief KEPADI.
Namun, arief Ungkap, pelaku dan dualisme kepemimpinan di pwi saat itu terjadi karena dipicu eheH perbedaan sikap politik, yakni antara rosihan anwar dan bm diah. “Bukan Karena Masalah Uang,” Tegasnya.
Rosihan Anwar Dan BM Diah, Lanjut Arief, Sama-sama Pendiri Harian Merdeka Tahun 1945, Bersama Joesoef Isak. Namun, Di Tahun 1946 Mereka Beda Pandangan Politik. Rosihan Mendukung Kabinet Sjahrir, Sementara BM Diah Kritis Dan Keras.
Perseteruan Mereka Masih Terbawa Meski Suda Lewat 24 Tahun, Yakni Pada Kongres Pwi Xiv di Palembang, 14 – 19 Oktober 1970. Pwi Terbelah Menjadi Dua Kubu, Kubu Rosihan Dan Kubu Bm Diai. Perpecahan Baru Bisa Diselesaan Tiga Tahun Kemudian, Yakni Pada Kongres Pwi “Integrasi” XV Di Tretes, Malang, Jawa Timur, 30 November – 1 Desember 1973.
“Tiga Tahun Terjadi Dualisme Kepemimpinan Di Pwi. Saaty Itu, Pemerintah Melalui Operasi Khusus (Opsus) Jaman Ali Moertopo Ikut Mengobok-Obok Pwi,” Ujar Arief.
BUTKUT ITU, ARIEF BERHARAP, JANGAN SAMPAI DUALISME KEPEMIMPINAN PWI SAAT INI BEMUANG BAGI PEMERINTAH UNTUK KEMBALI “Mengobok-Obok” Organisasi Profesi Wartawan Tertua Di Indonesia Itu.
“Jangan Sampai Kisruh Pwi Saat Ini Di-Take Over Pemerintah. Bahaya Kalau Yang Jadi Ketumnya Malah Buzzer Ternak Moelyono, Karena Di-Drop. Menjalar Ke Pwi, ”Tuturnya.
Arief Menambahkan, Pwi Dan Persuratkabaran Nasional Lahir Dari Elan Romantik, Penuh Bumbu Cerita Patriotik. Sebelum Ada Perjuangan Bersenjata, Tokoh Pergerakan Dulu Menggunakan Alquran Dan Organisasi Kewartawan Sebagai Alat Perjangan.
Wartawanya Cukup Banyak Yang Mukur Keluar Bui Kolonial, Hidup Melarat Karena Lebih Mengidentikkan Diri Sebagai Pejang Ketimbang Pedagang.
Aspek Bisnis Tentu Saja Perlu, Tetapi Kewartawanan Bukan Jalan Yang Pas Unkari Dan Menumpuk Kekayaan.
Vocatio KEWARTAWANAN ADALAH (Panggilan). Pengabdian Yang Tiada Henti-Hentinya Karena Dituntun Oleh Naturi.
Di paruh pertama tahun 1950-an pers nasional dan organisasi kewartawanan seperti PWI dicirikan oleh personal journalism dengan tokoh-tokoh seperti Mochtar Lubis (Indonesia Raya), BM Diah (Merdeka), Suardi Tasrif (Abadi), dan Rosihan Anwar (Pedoman).
Mereka Berteman Tapi Rona Berantem, Dan Sanggup Bersilat Lidah Dangan Penguasa. Umumnya Pengendali Meja Redaksi Saat Itu Ialah Person of Character (Insan Yang Berwatak).
Seperti dikalaahui, kongres Persatuan pwi Akan hampir di karawang, jawa barat, Pada 29-30 Agustus 2025. Ada 7 Nama Bakal Calon Ketua Umum Pwi Pusat Periode 2025–2030 Yang Muncul Di Media.
Mereka Adalah Hendry Ch Bangun (Ketum Pwi Hasil Kongres Bandung), Zulmansyah Sekedang (Ketum Pwi Hasil Klb Jakarta), Atal S. Depari (Ketum Pwi Pusat 2018-2023), Teguh Santosa (Ketua BIDIANG 2018-2023), TEGUH SANTOSA (KETOU -PERIGIGE -LIGIGE -2018 PIGARIONG (TEGUH SANTOSA (KETOUDI PERIODE 2018-2023), TEGUH SANTOSA (KETOUDI PERIGION 2018-202 Dewan Kehormatan Pwi Periode 2018–2020), Akhmad Munir (Anggota Dewan Kehormatan Pwi Kubu Zulmansyah), Johnny Hardjojo (Ketua Dewan Penasihat Pwi Jaya), Dan Rusdy Nurdiansyah (Ketua Pwi Jaya).




Membuat gambar responsif