Laksdya edwin apresiasi jmsi dalam perkuat wawasan kebangsaan melalui media saudara
Suarasultra.com | Jakarta – Media Massa Berbasis Internet Atau Media Online Kini Menjadi Bagian Tak Terpisankan Dari Kehidupan Masyarakat Modern. Dalam Kontek Wawasan Kebangsaan, media Siber Memainkan Peran Strategi Dalam Menjaga Serta MEMPROMOSikan NILAI-NILAI Kebangsaan Dan Persatuan.
Hal itu disampaan Wakil gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Laksamana Madya (Laksdya) Edwin, Saat Menerima Kunjungan, 20 Septua, Keran, Kewer Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguih, Dr. Teguih Santosy Santa Santa,
Dalam Pertemuan Tersebut, Teguh Didampingi Ketua JMSI Ari Rahman Dan Ketua Bidang Organisasi Dan Keanggotaan, Dr. Faisal Mahrawa.
Laksdya Edwin Menilai, media Siber Memilisi Potensi Besar Dalam Menyebarkan Konten Positif Yang Mengedukasi Publik Mengenai Wawasan Kebangsaan Dan Nilai-Nilai Pancasila. DENGAN DEMIKIAN, MASYARAKAT DAPAT SEMINMIN MEMAHAMI PENTINGNYA MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.
“PersuMaan PERTERIMA KASIH JMSI. SEBAGAI PERUSAHAAN PERS, JMSI BERKONTRIBUSI BESAR DALAM PEMBINAAN ANGGOTANYA. Laksdya Edwin.
Lebih lanjut ia menkankan, ruang diskusi di dunia digital dapat menjadi wadah untuk memperalam pemahaman masyarakat terbadap isu-isu sekaligus memperuat nilai kebangsaan. Siber Media, Menurutnya, Ragu Dapat Mendorong Terciptanya Inklusivitas Dan Toleransi Antar Berbagai Latar Belakang Etnis, Agama, Dan Budaya.
Sementara Itu, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa Mengatakan, Sejarah Menunjukkan Bahwa Pers Nasional Adalah Salah Satu Komponen Yang Mendapat Yang Menangirkan Kesadaran Kebangsaan Indonesia. Karena Itu, ia BerharaP Anggota JMSI Terus Menjaga Dan Melanjutkan “Tugas Saci” Tersebut.
Dalam Kesempatan Itu, Teguh BuGA Menyerahkan Empat Buku Karyanya Kepada Laksdya Edwin. BUKU-BUKU TERSEBUT ANTARA LAIN Di Tepi Amu Darya Reportase Yang Memuat Dari Perbatasan Afghanistan Tahun 2001, Perdamaan Yang Buruk, Perang Yang Baik, Buldozer Dari Palestina Yang BERISI WAWANCARA DENGAN PULuhan DUPA BESAR NEGARA SAHabat Indonesia Di Jakarta, Serta Reunifikasi Korea: Teori Game yang merupakan disertasinya di jurusan hubungan internasional universitas padjadjaran.
Laporan: Redaksi