Ketua RW 05 Anawai Soroti Pernyataan Plt Kadis PUPR Kendari, Desak Ketegasan Soal Banjir Jalan Tunggala
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Mirkas, kembali melontarkan kritik terhadap pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Jayadin, yang dimuat di salah satu media bold.
Mirkas menilai, pernyataan Plt Kadis PUPR tersebut terkesan sebagai pembelaan diri yang tidak berpijak pada kondisi nyata di lapangan, khususnya terkait persoalan banjir yang sering terjadi di Jalan Tunggala (Baito), Kota Kendari.
Menurutnya, mengumpulkan lumpur yang selama ini merendam badan jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga bukanlah persoalan sepele. Ia menduga, kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari aktivitas pembukaan lahan perumahan oleh sejumlah pengembang yang dinilai tidak disertai pengendalian lingkungan yang memadai.
“Sepanjang pernyataannya di media, tidak ada satupun penjelasan mengenai kontribusi pembangunan perumahan yang masif terhadap banjir yang selama ini kami alami,” tegas Mirkas, Kamis (26/2/2026).
Ia menyebut, pernyataan tersebut justru berpotensi memicu fakta bahwa aktivitas pembangunan di kawasan tersebut telah memperparah kondisi lingkungan.
Ironisnya, kata dia, Pemerintah Kota Kendari dinilai belum menunjukkan sikap tegas terhadap para pengembang, padahal dampak lingkungan kian nyata dirasakan masyarakat.
Mirkas menilai, sikap tersebut mencerminkan ketidaktahuan terhadap fakta lapangan atau bahkan kecenderungan untuk melindungi kepentingan pihak pengembang.
Padahal menurutnya, pemerintah seharusnya hadir dengan langkah-langkah konkret dan tegas, termasuk mewajibkan pengembang memenuhi seluruh kewajiban teknis guna mencegah potensi banjir.
Ia juga menyoroti belum direalisasikannya pembangunan kolam retensi oleh para pengembang, meskipun aktivitas pembukaan lahan terus berlangsung secara masif. Kondisi itu dinilainya sebagai bentuk kelalaian yang dibiarkan berlarut-larut tanpa pengawasan ketat dari instansi terkait.
Tidak hanya itu, Mirkas juga mengkritik sikap Plt Kadis PUPR yang dinilai tidak turun langsung meninjau lokasi terdampak dan lebih mengandalkan laporan bawahan.
“Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah memberikan contoh dengan turun langsung meninjau banjir. Sementara kepala dinas hanya menunggu laporan, lalu berbicara di media tanpa melihat langsung kondisi di lapangan. Ini patut dievaluasi,” simpulnya.
Laporan: Redaksi
