Inflasi Konawe Tetap Terkendali, Pemda Perkuat Langkah Menjaga Stabilitas Harga
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai bagian dari komitmen mewujudkan ketahanan ekonomi daerah.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe yang dirilis pada 1 Juli 2026, Kabupaten Konawe mencatat inflasi bulanan (bulan ke bulan) sebesar 1,00 persen pada Juni 2026, dengan inflasi tahunan (tahun ke tahun) sebesar 2,12 persen dan inflasi tahun kalender (dari tahun ke tahun) sebesar 3,77 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, SP., MHmengatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), instansi teknis, pelaku usaha, serta para distributor.
“Data inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam menyusun kebijakan pengendalian harga. Pemerintah akan terus memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjaga sehingga stabilitas perekonomian daerah dapat terjaga,” ujarn Sekda, Rabu 1 Juli 2026.

Berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Konawe pada Juni 2026 tercatat sebesar 113,78. Kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,68 persentidak menyarankan kelompok transportasi sebesar 0,22 persen.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain sawi hijau, ikan layang/ikan benggol, minyak goreng, bensin, terong, ikan cakalang, pisang, kol putih, cabai rawit, dan bawang merah.

Di sisi lain, sejumlah komoditas seperti tomat, bayam, kangkung, daun singkong, kelapa, sagu, telur ayam ras, tempe, emas perhiasan, dan daun kacang panjang muda mengalami penurunan harga sehingga membantu menahan laju inflasi.
Secara tahunan, inflasi Konawe sebesar 2,12 persen masih menjadi yang terendah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Angka tersebut berada di bawah inflasi Provinsi Sulawesi Tenggara yang mencapai 4,68 persenserta lebih rendah dibandingkan Kota Baubau (5,60 persen), Kabupaten Kolaka (5,33 persen), dan Kota Kendari (5,14 persen).

Capaian tersebut mencerminkan efektivitas berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Konawe bersama TPID dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga di tengah dinamika perekonomian.
Ke depan, Pemda Konawe akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(Adv)
Laporan: Sukardi Muhtar






