
Diduga Ditabrak Kapal, Karamba Ikan Warga Ulusawa Konut Hancur, Kerugian Ditaksir ratusan Juta
SUARASULTRA.COM | KONUT – Sebuah ikan karamba milik warga di Pantai Ulusawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), roboh dan nyaris tenggelam setelah diduga ditabrak kapal yang sedang melintas, Minggu (11/1/2025) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA, saat kondisi perairan masih gelap. Karamba yang berisi ribuan ikan siap panen itu hancur seketika setelah dihantam kapal berukuran besar, hingga hampir tidak menyisakan struktur utuh.
Rekaman video kejadian itu pun tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat rangka karamba porak-poranda di perairan Pantai Ulusawa. Rekaman kayu dan jaring tampak mengambang di permukaan laut, menjadi saksi bisu kerasnya benturan yang terjadi.
Seorang warga yang merekam kejadian itu tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia menyebutkan bahwa kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Guys, kejadian pagi ini di Pantai Ulusawa. Karamba tiba-tiba hancur begini. Kejadiannya tadi subuh sekitar jam empat,” katanya dalam rekaman video.
Warga itu menambahkan, kapal besar tiba-tiba datang dan menabrak karamba tersebut. Akibatnya, seluruh ikan di dalam karamba lepas dan hilang.
“Tiba-tiba ada kapal besar datang tabrak karamba. Isinya banyak sekali ikan. Kerugian ditaksir kurang lebih seratus juta rupiah. Semua ikan habis,” sambungnya.
Lebih lanjut, warga itu mengungkapkan bahwa ikan-ikan dalam karamba tersebut telah dipelihara selama bertahun-tahun dengan perawatan yang intensif. Karamba itu bukan sekadar sarana usaha, melainkan menjadi bagian dari keseharian sekaligus sumber utama penghidupan pemiliknya.
“Sudah tahunan memelihara itu ikan, hampir setiap hari dikasih makan. Ini tempat kita nongkrong, duduk-duduk sambil kasih makan ikan. Sekarang hancur semua karena kapal datang hantam,” tuturnya lirih.
Peristiwa ini pertama kali diunggah oleh akun media sosial bernama Anhy Alzenorica Johanis. Dalam unggahannya, ia ikut mengungkapkan kesedihannya melihat perjuangan seorang warga lanjut usia yang selama ini setia menjaga dan merawat karamba tersebut.
“Sa inget pa’ tua, tiap hari selalu di situ jaga karamba, rawat ikannya. Dipelihara seperti pelihara anak sendiri, bahkan kalah sama cucunya. Sekarang semua habis,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas kapal yang diduga menabrak karamba tersebut belum diketahui. Warga berharap pihak yang berwenang segera turun tangan untuk mengungkap kejadian ini dan memberikan keadilan bagi pemilik karamba.
Laporan: Redaksi

