
Suryadi Nahkodai Perbasi Konawe Periode 2026–2030, Siap Perkuat Pembinaan Atlet Basket
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kepemimpinan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Konawe resmi berganti.
Melalui Musyawarah Kabupaten (Muscab) yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, Dr. Suryadi, S.Pd, M.Pd, MH ditetapkan sebagai Ketua Perbasi Konawe untuk masa bakti 2026–2030.
Suryadi menggantikan kepengurusan sebelumnya yang masa jabatannya telah berakhir.
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Muscab yang menghadirkan sejumlah unsur olahraga daerah, di antaranya Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Konawe Rusdianto, Sekretaris Umum Perbasi Sulawesi Tenggara Meychel Anastasius, serta klub perwakilan dan komunitas keranjang di Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Ketua KONI Konawe Rusdianto mengapresiasi musyawarah terselenggaranya tersebut sebagai langkah penting dalam menghidupkan kembali dinamika organisasi keranjang di Konawe.
“Kami berterima kasih karena musyawarah ini akhirnya bisa terlaksana. Dengan Muscab ini, Perbasi dapat kembali menampilkan jati dirinya sebagai organisasi pembina olahraga basket. Kami dari KONI Konawe sangat mengapresiasi respon cepat dari semua pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Rusdianto.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan baru Perbasi Konawe harus segera melakukan pembenahan internal, terutama dalam menghadapi agenda olahraga daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Menghadapi Porprov, saya berharap kepengurusan ini tidak hanya bertumpu pada ketua saja, tetapi seluruh pengurus harus aktif bekerja bersama untuk mengembangkan keranjang olahraga di Kabupaten Konawe,” tegasnya.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai menjadi momentum penting bagi organisasi bola basket di Konawe untuk memperkuat program pelatihan atlet sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat daerah maupun provinsi.
Dr Suryadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe diharapkan mampu membawa energi baru dalam pelatihan atlet muda.
Kepengurusan baru juga mendorong perluasan keranjang pelatihan hingga ke sekolah-sekolah serta komunitas olahraga di berbagai kecamatan.
Perwakilan pengurus Perbasi Sulawesi Tenggara menyebut pergantian kepemimpinan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan penting untuk menjaga kesinambungan pelatihan olahraga.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kami berharap Perbasi Konawe semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” ujar perwakilan pengurus Perbasi Sultra.
Sementara itu, Suryadi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan atlet, memperbanyak kompetisi lokal, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memajukan keranjang olahraga di Konawe.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ke depan kita akan memperkuat kolaborasi, terutama dalam mendukung visi dan misi KONI. Dukungan logistik, sinergi dengan para pelatih, atlet, serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar kita bisa berpartisipasi dalam berbagai event basket,” kata Suryadi.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat kepengurusan baru akan mulai menyusun langkah-langkah strategi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi, mulai dari seleksi pemain, persiapan pelatih, hingga pembentukan tim pendamping.
“Dalam waktu singkat kami akan merencanakan persiapan menghadapi Porprov, mulai dari pemain, pelatih, hingga hal-hal teknis lainnya,” jelasnya.
Menurut Suryadi, Kabupaten Konawe selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pemasok keranjang atlet bagi Sulawesi Tenggara.
“Konawe merupakan salah satu daerah penyumbang keranjang atlet untuk Sulawesi Tenggara. Mudah-mudahan peran tersebut bisa terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” tutupnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus, klub, serta pecinta keranjang di Konawe untuk bersama-sama membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Perbasi Konawe diharapkan mampu memperkuat sistem pelatihan atlet basket secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah ke level yang lebih tinggi. (**)
Redaktur: Sukardi Muhtar
