Isu LGBT Mencuat di Kendari, Warga Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas
SUARASULTRA.COM | KENDARI – Isu penolakan terhadap fenomena LGBT tidak hanya mencuat di Kota Makassar, namun juga mulai mengemuka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (23/4/2026).
Perhatian publik terhadap isu ini menguat setelah sejumlah kasus yang berkaitan dengan perilaku menyimpang tersebut ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Berbagai elemen warga pun mulai menyuarakan perlunya langkah penanganan yang komprehensif, baik melalui pendekatan hukum, sosial, maupun edukasi.
Salah seorang warga Kendari, Inal Tora, dalam unggahan video di media sosial, menyampaikan keresahannya terhadap fenomena tersebut. Ia menilai keberadaan perilaku LGBT berpotensi mengganggu tatanan kehidupan sosial, khususnya bagi generasi muda.
“Fenomena ini sangat mengganggu dan berpotensi merusak tatanan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pengaruh media sosial yang dinilai turut mendorong perubahan perilaku di kalangan pelajar, termasuk dalam hal penampilan dan gaya hidup.
“Perkembangan media sosial saat ini sangat berpengaruh.Demi eksistensi, sebagian generasi muda rela melakukan hal-hal yang dinilai menyimpang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Inal menyampaikan bahwa fenomena tersebut dibandingkan dengan nilai agama, sosial, dan budaya yang dianut masyarakat setempat.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa penanganan isu ini perlu dilakukan secara bijak dan proporsional, dengan mengedepankan pendekatan edukatif serta menjaga urusan sosial tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Ia pun berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah konkret, termasuk menyusun kebijakan atau peraturan yang dianggap tidak mampu menanggapi permasalahan masyarakat.
“Pemerintah diharapkan hadir memberikan solusi yang tepat, agar permasalahan ini tidak berkembang lebih luas di tengah masyarakat,” tutupnya.***
Redaktur: Redaksi




