
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Konawe, Polres Turun Langsung Lakukan Pemantauan
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Personel Polres Konawe bersama jajaran Polsek terus melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Konawe, Jumat (8/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah ketinggian intensitas curah hujan yang melanda wilayah hukum Polres Konawe.
Kegiatan pemantauan dilakukan sejak pagi hari di beberapa kecamatan yang terdampak menampung air akibat meluapnya sungai, buruknya sistem drainase, hingga tersumbatnya saluran pembuangan udara.
Personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pendataan, pengamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Kapolres Konawe melalui Kasat Intelkam Polres Konawe, IPTU Hamzar, SH, mengatakan pengecekan dilakukan secara menyeluruh guna memadukan kondisi masyarakat dan perkembangan debit air di lapangan.
“Personil Polres Konawe bersama jajaran Polsek terus melakukan pemantauan dan pengecekan di lokasi terdampak banjir untuk memastikan situasi tetap aman, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Wilayah terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Wonggeduku Barat, Tongauna, Tongauna Utara, Uepai, Anggaberi, Meluhu, Onembute hingga Wawotobi. Genangan air merendam puluhan rumah warga, halaman rumah, kawasan persawahan, serta beberapa ruas jalan poros desa.
Di wilayah hukum Polsek Wonggeduku, banjir terjadi di Desa Ambuuwiu dan Desa Dawi-Dawi akibat tersumbatnya saluran pembuangan udara. Sedikitnya 29 rumah warga terdampak dengan ketinggian udara berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.
Pemerintah desa bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan gorong-gorong agar aliran air kembali lancar.
Sementara di wilayah Polsek Tongauna, luapan air akibat tingginya curah hujan merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Mekar Sari, Sendang Mulyasari, Desa Anggohu hingga Desa Nambeaboru.
Salah satu titik terdampak cukup parah terjadi di Desa Nambeaboru akibat jebolnya tanggul yang menyebabkan sekitar 20 rumah warga tergenang air.
Banjir juga melanda wilayah Polsek Lambuya, tepatnya di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai. Sekitar 15 rumah warga melaporkan terendam akibat buruknya saluran pembuangan udara. Meski begitu, kondisi akumulasi yang dilaporkan mulai surut.
Di wilayah Polsek Unaaha, pengumpulan air terjadi di Kelurahan Parauna, Andabia, Lawulo, dan Unaasi, Kecamatan Anggaberi. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi ruas jalan poros di Kelurahan Andabia sepanjang kurang lebih 100 meter akibat meluapnya Sungai Anggaberi.
Selain itu, wilayah Polsek Meluhu, Onembute, dan Wawotobi juga mengalami dampak serupa. Puluhan rumah dan halaman warga tergenang udara dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter akibat luapan drainase dan tingginya intensitas hujan.
Meski banjir melanda sejumlah wilayah, situasi secara umum dilaporkan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
Sebagian besar perairan yang besar juga mulai surut. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Konawe terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait guna menyiapkan langkah-langkah penanganan apabila curah hujan kembali meningkat.
Kepolisian juga merekomendasikan normalisasi drainase, pembersihan saluran air, serta kesiapsiagaan tim medis dan SAR untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat banjir.
Polres Konawe juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap siaga, menjaga keselamatan keluarga, serta segera melaporkan kepada aparat bila terjadi peningkatan debit udara yang membahayakan.
Laporan: Redaksi




