
SDN Karya Sari Konawe Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar Diliburkan
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karya Sari yang berada di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali terendam banjir setelah diguyur hujan deras, Jumat (8/5/2026).
Genangan air merendam hampir seluruh area sekolah, mulai dari halaman hingga ruang kelas dengan ketinggian udara mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Dalam sebuah video yang beredar, salah seorang guru SDN Karya Sari menampilkan kondisi sekolah yang dipenuhi udara. Dia menyebut banjir telah masuk ke dalam ruang belajar dan terus mengalami peningkatan.
“Ini halamannya bu, di kelas juga sudah seperti ini tingginya bu KS,” ujar guru tersebut dalam rekaman video singkat.
Guru itu juga mengungkapkan bahwa ruang kelas 1 mulai terendam cukup parah.
“Di kelas 1 airnya sudah setinggi pondasi,” katanya.
Kepala SDN Karya Sari, Nining, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sekolah tersebut memang sudah lama menjadi langganan banjir setiap musim hujan.
Menurutnya, hujan dengan durasi dua jam saja sudah cukup membuat lingkungan sekitar sekolah tergenang air.
“Memang kasihan pak, di sini sering banjir. Hujan dua jam saja langsung tergenang. Penyebabnya karena posisi jalan lebih tinggi dibandingkan halaman sekolah,” jelas Nining.
Nining menambahkan, kondisi tersebut telah berulang kali dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe. Namun hingga kini, permasalahan banjir belum juga mendapatkan penanganan yang maksimal.
Akibat banjir yang merendam ruang kelas, pihak sekolah terpaksa meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Risal, mengatakan setiap sekolah wajib tanggap terhadap kondisi bencana guna menjamin keselamatan warga sekolah.
“Setiap kepala sekolah wajib tanggap bencana dan menjamin keselamatan warga sekolah,” ujar Risal.
Risal juga meminta pihak sekolah segera melakukan koordinasi untuk membentuk waktu penanganan bencana sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan risiko yang lebih besar.
Editor : Sukardi Muhtar




