Dewan Pers Sesalkan Pernyataan Hotman Paris kepada Wartawan
SUARASULTRA.COM | JAKARTA – Dewan Pers menyampaikan sikap resmi terkait pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea yang mengukur kebugaran profesi wartawan saat konferensi pers usai mendampingi kliennya, Febrie Adriansyah, di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Peristiwa itu bermula ketika seorang wartawan bertanya kepada Hotman Paris apakah Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri yang kini menjeratnya sebagai tersangka.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Hotman Paris menjawab, “Menurutmu bagaimana? Lu punya otak gak?” Ucapan itu kemudian menjadi perhatian masyarakat dan mendorong Dewan Pers melakukan pengumpulan informasi atas peristiwa tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan pada 20 Juli 2026, Dewan Pers menyampaikan penyesalan atas sikap Hotman Paris yang dinilai menggunakan ungkapan bernada menyinggung terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.
“Dewan Pers menyesalkan sikap advokat Hotman Paris yang menjawab pertanyaan wartawan dengan ungkapan yang bernada pengerasan. Ketidaksetujuan atau ketidaksenangan terhadap pertanyaan yang disampaikannya disampaikan dengan cara yang lebih rasional dan beretika,” tulis Dewan Pers dalam pernyataan resminya.
Dewan Pers menegaskan bahwa setiap pihak perlu menghormati wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Pertanyaan yang disampaikan wartawan merupakan bagian dari upaya memperoleh informasi dan keterangan dari narasumber, sebagaimana dijamin dalam Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran strategis dalam kehidupan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers, antara lain memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi, menegakkan nilai-nilai demokrasi, mendorong supremasi hukum dan hak asasi manusia, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang akurat, menjalankan fungsi pengawasan dan kritik, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Di sisi lain, Dewan Pers turut mengimbau seluruh insan pers agar senantiasa menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan berpedoman pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Laporan: Redaksi
Sumber: Dewan Pers






