Baru Beberapa Bulan Dikerjakan, Tempat Sampah Bendungan Wawotobi Rusak dan Belum Diperbaiki
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Proyek pembangunan tempat sampah atau penyaring sampah pada pintu intake Bendungan Wawotobi dilaporkan mengalami kerusakan meski baru dikerjakan sekitar Februari 2026.
Kerusakan terlihat pada bagian jaring besi penyaring yang mengalami pergeseran dari posisi semula. Kondisi tersebut menimbulkan sorotan masyarakat karena proyek yang masih tergolong baru diperkirakan tidak dikerjakan secara maksimal sehingga berpotensi mengalami kegagalan konstruksi.
Padahal, tempat sampah merupakan komponen penting dalam sistem bendungan yang berfungsi menyaring sampah, sampah, kayu, plastik, dan material lainnya agar tidak masuk ke saluran utama irigasi maupun pintu pengambilan udara.
Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, Agus Karim, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
Menurutnya, kerusakan pada tempat sampah terjadi setelah struktur penyaring sampah itu dihantam kayu berukuran besar yang terbawa arus sungai saat debit udara meningkat.
“Dihantam kayu besar, dan masih pemeliharaan. Setelah air surut akan dilakukan perbaikan,” ujar Agus.
Meski begitu, hingga kini perbaikan terhadap fasilitas tersebut belum juga dilakukan. Kondisi tempat sampah yang mengalami pergeseran masih terlihat di lokasi dan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas serta ketahanan konstruksi proyek tersebut.
Perlu diketahui, tempat sampah pada bendungan memiliki fungsi vital sebagai penyaring material yang terbawa aliran udara sebelum masuk ke saluran irigasi atau sistem pengontrol udara lainnya. Keberadaan komponen ini penting untuk mencegah terjadinya penyumbatan, kerusakan pintu udara, serta menjaga kelancaran distribusi udara bagi kebutuhan irigasi.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar fungsi bendungan tetap optimal dan tidak menimbulkan gangguan terhadap sistem pengairan yang bergantung pada Bendungan Wawotobi.
Laporan: Febri Nurhuda
Editor : Sukardi Muhtar






