
Drainase Rp174 Juta di Arombu Roboh Sebelum Dimanfaatkan, Lurah Sebut Itu Tambahan Pekerjaan dan Siap Bertanggung Jawab
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Proyek pembangunan saluran drainase senilai Rp174 juta di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, menjadi sorotan setelah sebagian konstruksinya roboh sebelum sempat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Padahal, saluran drainase yang memiliki panjang sekitar 200 meter itu baru rampung setelah dikerjakan pada bulan April hingga Agustus 2025.
Kerusakan tersebut menimbulkan pertanyaan dari warga terkait kualitas pengerjaan dan pengawasan proyek. Mereka mengira pekerjaan yang bersumber dari APBD tidak dilakukan dengan standar yang seharusnya.
Menanganggapi hal itu, Plt Lurah Arombu, Ade Setyadi Buburanda, S.Sos, menjelaskan bahwa robohnya drainase dipicu oleh pembuangan udara akibat tingginya intensitas hujan saat proses pengerjaan. Ia memastikan bahwa perbaikan telah mulai dilakukan.
“Iya benar, saat pekerjaan berlangsung intensitas hujan cukup tinggi sehingga penampungan udara merusak struktur pondasi drainase. Sekarang sudah dalam tahap perbaikan,” ujar Plt Lurah Arombu, Jum’at malam, 14 November 2025.
Ade Setyadi juga mengungkapkan bahwa dalam DPA, panjang pekerjaan yang tercantum hanya 200 meter. Namun, atas permintaan masyarakat dan inisiatif pribadi, ia menambah pekerjaan sepanjang 30 meter.
“Di DPA hanya 200 meter, tetapi atas permintaan masyarakat dan inisiatif saya sebagai warga Arombu, saya tambah 30 meter sehingga totalnya menjadi 230 meter,” jelasnya.
Ia memastikan akan bertanggung jawab penuh atas robohnya bagian drainase yang merupakan tambahan tersebut. Perbaikan, kata dia, tetap akan dilakukan meski harus menggunakan dana pribadi.
“Yang roboh ini tambahan 30 meter. Tetap akan kami perbaiki. Ini tanggung jawab kami. Ini kampung saya, jadi saya akan perbaiki,” tegasnya.
Laporan: Redaksi

