Kemenag Konawe Dukung Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat, Ajak Masyarakat Pastikan Arah Kiblat Lebih Akurat
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe juga ikut menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblatsebuah program yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memastikan ketepatan arah kiblat secara serentak di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan fenomena astronomi Rasydul Kiblat.
Gerakan yang dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026 Hal tersebut menjadi salah satu upaya nyata Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah umat Islam dengan memastikan arah kiblat masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya sesuai kaidah ilmiah.
Secara nasional, kegiatan ini bertujuan verifikasi arah kiblat di 1.448.000 titikmeliputi masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, perkantoran, sekolah, hingga rumah-rumah masyarakat.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, target verifikasi ditetapkan sebanyak 28.100 titiksedangkan Kabupaten Konawe mendapat sasaran 2.850 poin yang diharapkan dapat tercapai melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe, H. Hasrun Taleo, S.Pd.I., M.Pd.mengatakan bahwa Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan gerakan edukatif yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, fenomena Rasydul Kiblat merupakan momen istimewa ketika posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke Ka’bah sehingga dapat dijadikan referensi yang sangat akurat dalam menentukan arah kiblat.
“Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat bukan hanya memastikan arah kiblat yang tepat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan dalam keberagaman. Ketika umat Islam menjalankan ibadah dengan keyakinan yang semakin mantap, disitulah nilai-nilai kebersamaan dan ketenangan batin ikut tumbuh,” ujar Hasrun Taleo.
Ia menekankan bahwa ketepatan arah kiblat merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan shalat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat yang hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap tahun untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri.
Proses verifikasi dapat dilakukan dengan mudah. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dapat berdiri tegak lurus di atas permukaan datar, kemudian melakukan pengamatan sesuai waktu resmi yang telah disesuaikan dengan standar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Untuk wilayah Indonesia bagian tengah (WITA), pengamatan dilakukan tepat pada pukul 17.27 Witasedangkan untuk wilayah Indonesia bagian barat (WIB) dilakukan pada pukul 16.27 WIB.
Pada saat waktu tersebut tiba, masyarakat cukup memberi tanda pada ujung bayangan tongkat, kemudian menarik garis menuju pangkal tongkat. Garis itulah yang menunjukkan arah menuju Ka’bah dan dapat dijadikan acuan dalam menentukan arah kiblat.
Kemenag Kabupaten Konawe juga mengajak para penyuluh agama, penghulu, pengurus masjid dan musala, kepala madrasah, pengelola pondok pesantren, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Selain memastikan kepuasan terhadap kiblat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak dan pemanfaatan fenomena astronomi dalam kehidupan beragama.
Lebih dari sekadar menggambarkan arah kiblat, gerakan ini membawa pesan bahwa agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dalam memberikan kemudahan serta kemaslahatan bagi umat. Fenomena Rashdul Kiblat menjadi bukti bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan pelaksanaan syariat secara tepat dan terjamin.
Melalui gerakan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia ini, Kementerian Agama berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya verifikasi arah kiblat sehingga masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya memiliki arah kiblat yang semakin akurat sebagai wujud ikhtiar dalam menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.
Laporan: Kardi






