Warga Konawe Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina Diminta Segera Evaluasi Distribusi
SUARASULTRA.COM | KONAWE – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) kembali dikeluhkan di masyarakat Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Dalam beberapa pekan terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan resmi maupun kios pengecer.
Kondisi tersebut memaksa masyarakat harus mencari elpiji hingga ke berbagai wilayah. Apalagi tidak sedikit warga yang rela berkeliling ke kecamatan lain demi mendapatkan tabung gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Berdasarkan pantauan warga, stok LPG 3 kg di sejumlah pangkalan sering habis hanya dalam hitungan jam setelah pasokan tiba. Akibatnya, banyak masyarakat tidak tertarik dan terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah.
Salah seorang warga Kecamatan Wawotobi, sebut saja Bunga, mengaku telah beberapa hari mengalami kesulitan mendapatkan subsidi elpiji.
“Di pangkalan sering kosong. Kalaupun ada, harus antre panjang. Terpaksa beli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal karena kebutuhan memasak tidak bisa ditunda,” katanya, Senin (8/6/2026).
Warga memperkirakan distribusi yang tidak merata menjadi salah satu penyebab sulitnya memperoleh subsidi LPG di sejumlah wilayah. Mereka meminta PT Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait turun langsung melakukan pemantauan untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat juga mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina, agen, dan pangkalan penyalur guna mengidentifikasi penyebab kelangkaan yang terjadi serta mencari solusi agar pasokan kembali normal.
Menurut warga, langkah cepat sangat diperlukan mengingat subsidi LPG merupakan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas melon untuk memasak aktivitas sehari-hari.
“Kalau memang ada kendala distribusi, harus segera dijelaskan kepada masyarakat. Jangan sampai kondisi ini terus berlarut-larut karena yang paling banyak dirugikan adalah warga kecil,” kata warga lainnya.
Hal senada juga dikeluhkan warga Kecamatan Unaaha. Saat kehabisan gas, mereka harus berburu tabung 3Kg di kios-kios meski dengan harga “selangit”.
Diketahui, harga eceran tabung gas tertinggi 3Kg di pangkalan sebasar Rp.23ribu. Namun, di tengah kelangkaan ini, sejumlah kios sembako menjual dengan harga mencapai Rp.50ribu.
“Dari pada tidak memasak, harga 50ribu pun kami terpaksa membelinya,” keluh warga tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut sehingga pasokan LPG 3 kg kembali tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe.
Laporan: Kardi






