
Babinsa di Buton Jadi Korban Pengeroyokan, Dua Pelaku Diamankan Polisi
SUARASULTRA.COM | TOMBOL – Seorang oknum anggota TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Koramil Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi di jalan poros Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori.
Korban yang diketahui berinisial A segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kapontori.
Laporan itu dicatat dengan nomor: B/06/III/2026/SPKT Polsek Kapontori/Polres Buton/Polda Sultra.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buton bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Hasilnya, dua kejutan pelaku masing-masing berinisial MAF (18) dan FS (20) berhasil diamankan pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Keduanya juga diketahui telah diserahkan oleh personel Kodim 1413 Buton kepada pihak kepolisian.
“Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku melakukan pengeroyokan atas perintah seseorang,” ujar Hafala, Kamis (2/4/2026).
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat, termasuk pihak yang diduga sebagai pemberi perintah.
Peristiwa pengeroyokan ini bermula ketika korban tengah memandu kegiatan hiburan masyarakat menggunakan pengeras suara. Dalam pengumumannya, korban menyampaikan bahwa acara joget akan segera ditutup untuk mengantisipasi potensinya, sambil memberikan kesempatan kepada warga menikmati beberapa lagu terakhir.
Namun, situasi berubah saat korban hendak meninggalkan lokasi. Ia datangi seorang pria tak dikenal yang menuding korban mencarinya.
Sempat terjadi percakapan singkat, namun korban mengaku tidak mengenal pria tersebut.
Ketegangan memuncak ketika dua orang lainnya datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan langsung menghadang korban. Tanpa banyak bicara, korban tiba-tiba dipukul pada bagian rahang bawah, lalu diserang secara bergantian dari arah belakang.
Akibat serangan tersebut, korban terjatuh dan kembali dihujani pukulan serta tendangan oleh para pelaku hingga mengalami luka-luka.
Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik pengeroyokan tersebut serta memburu pihak lain yang diduga terlibat.
Laporan: Redaksi


